Tentang Proyek Bronjong Jogoboyo, Aktivis Sebut Kendi ‘Asbun’ Statemen ke Media

LUBUKLINGGAU – Pemuda Peduli Aliran Sungai(PPAS) Azhari Meminta Pengawas Dinas PU Pengairan Turun Kelapangan guna mengecek Beronjong Asal Jadi di Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, (Minggu 22/08/2021)

Menurutnya mengenai statmen Kabid PU Pengairan Kendi asal bunyi (Asbun) PU tidak sesuai fakta yang ada, hanya untuk menyelamatkan diri.

“Janganlah asal membuat stetmen seperti itu dimedia sosial, sebab menurut keterangan masyarakat mereka sudah berkali-kali menyampaikan untuk di perbaiki. Namun tidak ada tanggapan,” jelas Azhari

Tapi, Lanjut Azhari setelah berita di terbit kan di media sosial malah mengelak dan baru di pengawas memperbaiki aliran sungai yang tertumpuk rumpun bambu serta sampah bekas bangunan proyek.

“Dari awal pengerjaan Pagu/plang anggaran tidak di pasang seolah-olah proyek tidak punya hak, disini tambah membawah kecurigaan warga,” ucapnya.

Sementara Saiful salah seorang warga RT 08 Kelurahan Jogoboyo menegaskan perlakuan salah seorang Kabid Pengairan dinas PU Lubuklinggau hanya sekedar lempar batu sembunyi tangan. Tidak bertanggung jawab atas pengerjaan beronjong amburadul.

“Biasanya orang cerdas tidak seperti itu penyampaiannya, cobalah di benar lagi, kemaren ada yang bersih sampah kesini. Tapi tanah yang di buang kedalam sungai tidak di bersihkan,” tegasnya.

Sama saja, lanjut Saiful tidak memberi kenyamanan bagi kami masyarakat, kalau musim hujan masih saja air sungai sampai kedepan rumah warga.

Sementara, Dinas PU Bidang Pengairan selama Media Silampari Expres menerbitkan dua berita tidak memberi komentar.

Sumber : silampari-expres.com

Link : https://silampari-expres.com/-/2021/08/22/asbun-kabid-pu-lubuklinggau-pengairan-di-media-online-ppas-masyarakat-masih-keluhkan-pengerjaan-beronjong-jogoboyo/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.