Tabung Gas LPG 3 KG Melunjak Rp. 20.000,- di Pangkalan ASRI Kelurahan Jogoboyo.

Lubuklinggau,Silampari.com | Kelangkaan
Gas Melon LPG 3 Kg, yang menjadi polemik ibu rumah tangga, dikarenakan kebutuhan sehari hari untuk di dapur, yang paling utama yaitu untuk memasak.

Kaum Mak – Mak di Kelurahan Jogoboyo kecamatan Utara II Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan, terkhususnya di RT. 06, Menui gejolak dari kaum Mak – Mak.Sehingga menjadi perhatian Publik, pada hari Sabtu, 6 november 2021.

Warga yang berdominan ibu – ibu atau Mak – Mak mengundang awak media terkait keluhanya seputar GAS MELON LPG 3 KG tersebut.

Dikediaman ibu (AV) di RT 06 Kelurahan Jogoboyo, ibu – ibu tersebut sambil mengucurkan air mata, menjelaskan kepada awak media tentang sulitnya mendapatkan pembelian isi ulang tabung GAS MELON LPG 3 Kg.

Selain langka, ibu – ibu tersebut menjelaskan, bahwa harga untuk mendapatkan tabung Gas tersebut cukup tinggi, kalau untuk membeli diwarung – warung terdekat harga berkisar Rp. 35.000,- dan Khusus untuk di pangkalan LPG Harga Rp. 20.000,- yang berada di kelurahan jogoboyo dan membeli tabung GAS LPG 3 Kg tersebut berada di pangkalan ASRI. jalan lintas sebelah RM Lembayung.

Yang menjadi keluhanya para ibu – ibu, yaitu yang dimana untuk bulan kemarin (Oktober) mereka masih bisa membeli di Pangkalan LPG ASRI, Tetapi untuk bulan ini (November) ibu – ibu malah dibuat kebingungan, sebab Nama – Nama mereka tidak terdaftar di Pangkalan LPG tersebut, sehingga saat ini mereka masih bingung harus melapor kepada siapa untuk permasalahan ini, Ujar ibu – ibu tersebut.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, Awak Media Mendatangi Pangkalan ASRI LPG 3 KG, untuk menemui pemilik pangkalan.

Sehingga awak media berhasil bertemu dan mewawancarai Ibu IKE WIDIA yang mengaku sebagai pemilik pangkalan GAS LPG ASRI yang beralamat di Kelurahan Jogoboyo, setelah rumah makan lembayung jika berajalan dari arah RM. Simpang Raya ke Arah Muratara.

Setelah diwawancarai, Ike Widia nampak emosi dan plin plan saat ditanya oleh awak media dan beliau tidak mau mengakui serta tidak mau terbuka berapa banyak LPG 3 KG yang sudah masuk kepangkalan ASRI dalam beberapa Minggu ini.

Dikarenakan menurutnya, ia hanya menaungi Untuk Di RT. 03 Kelurahan Jogoboyo dan itupun ia masih tidak mau menyebutkan nominal kebutuhan GAS LPG 3 Kg di RT. 03.

Ike Widia juga sempat mengatakan kepada awak media, bahwa pemerintah kalau bisa cabut saja Subsidi Gas melon 3 Kg, karena ini membuat pusing kepala saja.

Awak media kembali menanyakan pertanyaan yang sama, yaitu berapa jumlah warga Rt. 06 Yang menebus tabung Gas Lpg di pangkalan ASRI, Ike menjawab kalau bulan kemarin Oktober 2021 sangat membeludak, tetapi dibulan November ini sudah berkurang.

Seketika disinggung kenapa warga yang bulan kemarin bisa membeli tabung GAS LPG 3 Kg di Pangkalan ASRi dan kenapa saat ini, tiba – tiba mereka tidak dapat membeli tabung gas dengan beralasan nama mereka tidak ada.

Dengan nada suara yang tinggi, Ike menjawab bahwa data tersebut dari Kelurahan dan Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, ujarnya.

Terpisah Ketua Rukun Tetangga 06 Putri Bulan, menjelaskan bahwa warganya ada sekitar ±72 Kepala Keluarga yang mendapatkan Gas LPG yang berada di Pangkalan ASRI yang berada di RT 03 Jogoboyo dan yang anehnya beliau tidak mengetahui dengan warganya yang namanya telah tercantum kertas yang katanya didapatkan dari Dinas Sosial dan melalui M-Bank dan katanya sudah berusaha mengusulkan kepihak kecamatan lubuklinggau Utara II itu paling awal.

Ditempat yang terpisah, awak media wawancarai PLT Lurah Jogoboyo yang sangat peduli dengan masyarakat, yaitu Parhan S,Ag, MM. yang saat ini juga masih menjabat sebagai Sekertaris Camat di Lubuklinggau Utara II.

Beliau menjelaskan dengan awak media, mengenai masalah pemetaan kelangkaan GAS LPG 3 KG ini sudah pernah dilaksanakan, baik tingkat RT maupun pihak agen sudah pernah di rapatkan, masalahnya Redaksi dirubah lagi inilah yang menimbulkan gejolak di masyarakat, tutur Parhan.

Selain itu, Muhammad Raka Dipa, Selaku Aktivis yang berada di Kota Lubuklinggau, sangat menyayangkan terhadap Pangkalan – Pangkalan GAS LPG yang NAKAL (Mengabaikan Aturan Pemerintah), mengenai harga GAS LPG 3 Kg yang mestinya dijual dengan harga Rp. 16.000,- malah dijual dengan harga Rp. 20.000,-.

Harapan saya Kepada Pemkot Lubuklinggau, Disprindag, Dinas Perizinan, Dinas Sosial dan Termasuk Wakil Rakyat yaitu DPRD Kota Lubuklinggau, beserta Tim untuk dapat langsung turun kelapangan dan mengadakan SIDAK kesetiap Pangkalan.

Terkhususnya kepada kepada setiap Ketua Rukun Tetangga, untuk dapat Netral dalam mendata nama – nama Warga, agar tidak menjadi konflik antara warga dan Pemerintah Setempat, karena yang mengetahui kondisi lapangan setiap warga itu adalah Ketua RT.

Ambil lah kebijakan dan keputusan yang baik terhadap masyarakat dan jangan sampai ada indikasi yang mengakibatkan masyarakat ricuh dan cemburu sosial, ujar Raka.(Edison)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.