SADAR KAYA : “Pertanyakan Keyakinan Anda”

Baca Artikel Sebelumnya : SADAR KAYA : “Lepaskan Beban yang Tak Perlu”

JIKA keyakinan tidak diuji maka keyakinan-lah yang akan menguji anda. Pada sebuah hukum keyakinan, apapun yang anda yakini dengan penuh akan menjadi kenyataan. Anda selalu berjalan sesuai dengan keyakinan anda. Anda selalu berjalan konsisten dengan keyakinan anda. Tak peduli dengan benar atau salah.

Semua yang anda yakini saat ini adalah hasil sebuah proses pembelajaran selama kehidupan anda kemarin. Namun, begitu keyakinan tersebut jalan di tempat pada saat ini, anda wajib memiliki keyakinan baru. Bagaimana membentuk keyakinan baru tersebut? Milikilah keyakinan yang sejalan dengan kemajuan.

Ingat, keyakinan anda sangat menentukan kehidupan nyata Anda. Anda bukan memercayai yang anda lihat, tetapi anda melihat apa yang Anda yakini. Dan ketahuilah, keyakinan yang paling berbahaya adalah kepercayaan yang membatasi diri atau self limiting beliefs. Ini adalah jenis keyakinan terhadap diri Anda, terhadap potensi Anda, yang menghambat diri Anda.

Baca : Jangan Membatalkan Do’a

Banyaknya keyakinan seperti ini adalah keyakinan yang anda terima tanpa melihat kebenarannya. Hanya kumpulan pemikiran orang sekitar yang anda angguki saja. Misalnya ada sebuah situasi, lalu anda bilang, “Yah, itu kan hanya untuk orang kaya. Bukan untuk kita-kita!”

Atau, “Ngapain sukses atau kaya kalau tidak bahagia? Hidup kan, yang penting bahagia!”

Atau, “Ini informasi apaan? Paling sama aja, ngajarin ilmu tapi susah dipraktekin.”

Perhatikan 3 kalimat tersebut.

Pernyataan pertama membuktikan bahwa dalam berpikir, anda memilih untuk berjarak dengan kekayaan atau kesuksesan. Anda memilih diri Anda tidak layak sukses.

Pernyataan kedua, Anda memilih berpikir bahwa kaya atau miskin tidak penting, yang penting bahagia. Anda berpikir bahwa kaya itu merepotkan.

Namun, dalam kondisi tidak kaya, anda akan sering digoda dengan kenyamanan orang kaya sehingga kekesalan anda memuncak atas usaha mencari bahagia yang tersandung-sandung.

Pernyataan ketiga, anda menyatakan lelah atas banyaknya peluang yang mendatangi anda karena permintaan anda untuk sukses, tetapi anda tidak mencapainya. Artinya, Anda menolak untuk sukses. Dalam benak Anda, sukses itu susah, jadi lebih baik stop belajar.

Baca : Jangan Membatalkan Do’a 2

Jika anda benar yakin bahwa Anda memang tidak mampu dalam bidang mencari kemakmuran, kesuksesan dan menghasilkan uang banyak, kepercayaan ini menjadi benar dalam kehidupan Anda.

Saya berani jujur mengatakannya karena dulu saya berpikir seperti itu, hingga saya mengubahnya. Dan, setelah saya belajar dan terseok-seok, saya harap saya bisa membagi pelajaran dari pengalaman saya itu untuk anda.

Sumber : Buku ‘SADAR KAYA’ Karya : Mardigu Wowiek Prasantyo

Baca Artikel Berikutnya : SADAR KAYA : “Magnet Hidup”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.