Pengerjaan IPAL DAK Perkim, Kelurahan Ponorogo Diduga Tak Sesuai Juknis

LUBUKLINGGAU – | Diduga pengerjaan Instalasi Pembangunan Air Limbah (IPAL) Kota Lubuklinggau di RT. 03 Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, tidak sesuai dengan Juknis.

Ketua LSM KRIKSI, Jonsoni menduga pembangunan konstruksi, seperti paralon limbah yang seharusnya ditanam tetapi malah ditarok dalam siring. Hal ini dapat mengganggu saluran air.

“Anggaran pembangunan lebih kurang Rp 520 juta berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), namun tidak sesuai harapan masyarakat. Yang seharusnya untuk 50 Kepala Keluarga (KK) tetapi baru untuk 23 KK,” ujarnya, Selasa (20/12/2022).

Selain itu, kata Jonsoni tenaga kerja seharusnya swakelola dengan anggota kelompok, tetapi hanya dikerjakan anggota keluarga ketua yang berjumlah belasan orang.

“Saya berharap ini jadi perhatian Dinas terkait, yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Lubuklinggau. Upaya pengawasan agar lebih optimal, jangan sampai terjadi penyelewengan pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perkim Kota Lubuklinggau, Trisko Defriansyah didampingi stafnya mengatakan, masalah paralon tidak ditanam, karena kemungkinan masyarakat tidak mau korbankan tanahnya untuk ditanam paralon. Akibatnya paralon ditarok di siring.

“Kita hanya menyalurkan anggaran ke kelompok KK, mereka sendiri yang berbelanja dan kita hanya mengawasi pengerjaan tersebut,” ujarnya.

Salah seorang Kabid yang mendampingi Trisko Defriansyah mengatakan, dinasnya cuma mengarahkan belanja materialnya, seperti pipa paralon dan tabung air limbah melalui rekanan yg di dampingi konsultan pengawas. | *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *