Pembangunan Drainase Sukamaju Diduga Tak Sesuai PKTD dan Tak Transparan

MUSI RAWAS – | Pembangunan drainase di Desa Sukamaju Kecamatan Sumber Harta diduga tidak sesuai aturan dan juknis Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang di tetapkan SKB 4 Menteri per Januari 2018.

Menurut keterangan warga setempat berinisial PC bahwa pekerjaan drainase yang dibangun di dusun 2 dan 4 dengan panjang 256 meter itu tidak dilaksanakan dengan sistem PKTD.

“Pekerjaan tersebut tidak menggunakan sistem PKTD melainkan diborongkan kepada tukang seharga Rp 68 ribu per meter, sedangkan pekerja direkrut hanya 20 orang dan tukang.

Padahal masa pandemi Covid-19 masyarakat sangat membutuhkan penghasilan uang untuk kebutuhan berbelanja sembako pangan.

Jika sesuai dengan aturan dan juknis PKTD, masyarakat akan lebih banyak ikut bekerja. Seperti tukang bisa dibayar Rp 120 ribu per hari dan kenek Rp 90 ribu per hari, itu sudah maksimal standar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura),” ungkapnya kemarin.

Pantauan wartawan dan keterangan perangkat desa, Pjs Kepala Desa (Kades) Sukamaju, Lien Amelia jarang masuk baik di Kantor Desa maupun Kantor Kecamatan Sumber Harta.

“Beliau jarang masuk di Kantor Desa bahkan Kantor Camat, padahal Beliau ASN di Kantor Camat Sumber Harta,” ujar Perangkat Desa dan Anggota BPD Desa Sukamaju yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia juga menambahkan, Pjs Kades kurang transparan dalam mengelola anggaran, seperti tidak memasang plang papan proyek pada kegiatan.

Kemudian tidak memasang plang anggaran dan pengelolaan Dana Desa (DD) atau APBDes berbentuk baleho.

Sampai berita ini diupload, belum didapatkan penjelasan dari Pjs Kades tersebut. | ed

Tinggalkan Balasan