Pembangunan Drainase Suka Mulya Diduga Salahi Aturan

MUSI RAWAS – | Pembangunan Drainase di Desa Suka Mulya Kecamatan Sumber Harta diduga menyalahi aturan.

Tim Investigasi LSM GAPBK, Pauz Chandra mengatakan bahwa pekerjaan tersebut di borongkan oleh Pjs Kades, Suharni kepada tukang seharga Rp 50 ribu permeternya dengan panjang drainase 382 meter.

“Kami perkirakan drainase yang berada di dusun 4 ini tidak akan bertahan lama dengan cara adukan semen yang sangat dangkal.

Ini juga kami terima informasi dari warga setempat,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/03/2021).

Pauz Chandra menjelaskan jika pekerjaan tersebut tidak sesuai yang diharapkan warga setempat maka akan berakibat patal bagi Pjs Kepala Desa (Kades) dalam mengembankan tugasnya,

“Upah Harian Orang Kerja (HOK) yang di keluarkan hanya Rp 19.100.000,- tidak mencapai target 50% Padat Karya Tunai atau 30% minimal.

Sementara di masa pandemi Covid-19 masyarakat sangat susah perekonomiannya dan harapan saya selaku kontrol sosial kepada instansi yang terkait baik Pemerintah maupun penegak hukum dapat menindak lanjuti temuan ini.

Inspektorat Kabupaten Musi Rawas (Mura) juga dapat meninjau langsung sebagai acuan pemberitaan ini,” ungkap Pauz Chandra.

Sedangkan Pjs Kades Suka Mulya, Suharni di hubungi via wahtsapp +6282289770XXX tidak ada jawaban.

Sebagai dasar, Surat Edaran (SE) Menteri Desa PDTT tertanggal 14 april 2020 No. : 1261/pri.00/2020 tentang BLT DD dan Padat Karya Tunai serta Permendes PDTT No .13 Tahun 2020. Disitu dijelaskan bahwa di masa pandemi Covid-19 Dana Desa (DD) harus memproritaskan Padat Karya Tunai sebesar 50% harus diterapkan pada Tahun 2021 mengingat lemahnya perekonomian masyarakat desa. | ed

Tinggalkan Balasan