Oknum Anggota DPRD Muratara Di Duga Sering Bolos,Sekwan Malah Membela

Muratara | Tugas Seorang DPR sangat berat karena sebagai wakil rakyat yang wajib siap siaga untuk kepentingan rakyat. Namun berbeda dengan di kabupaten Muratara, ada salah satu anggota dprd dari partai Gerindra yang jarang masuk alias makan gaji buta.

Data yang di peroleh awak media koran Muratara, bahwa oknum DPRD tersebut mengalami sakit struk sejak sebelum menjadi DPRD dan hingga saat ini ia masih menjabat anggota DPR jarang masuk kerja karna kondisi badan yang tidak memungkinkan, sesekali ke kantor itupun di papah oleh orang dan pada acara resmi saja seperti peringatan HUT Muratara.

Untuk itulah diharapkan menjadi perhatian kita semua ,seharusnya anggota DPRD tersebut memberikan contoh dan mengayomi,akan tetapi nyatanya memberikan contoh buruk sebagai wakil rakyat.

Kemudian diduga dalam absensi ada data manipulasi, karena terpantau anggota DPRD Muratara dari partai Gerindra tersebut jarang hadir.

Salah satu staf Di Sekwan DPRD Muratara yang enggan disebut namanya membenarkan hal itu,” Yo jarang tejingok dag ajen masuk pak tuh” ucapnya membenarkan.

Kemudian salah satu warga desa yang merupakan Dapil Anggota DPR tersebut (IR) meminta masalah pembolosan dari anggota DPR tersebut segera ditindak,jangan dibiarkan.

” Ketuo DPR Muratara harus tegas dalam halko,ingat dia itu wakil rakyat jangan seenaknya bolos tanpa ada tanggung jawab,bila tidak mampu segera undur diri jangan makan gaji buta”, katanya.

Sementara itu saat ditemui awak media untuk meminta konfirmasi,Selasa 05/10/2021, ke Sekwan DPRD Muratara H.Saidi mengatakan bahwa saat ini seluruh anggota DPR sedang DL (Dinas Luar), dan mengatakan bahwa absensi untuk DPR tidak ada.

” Absen untuk DPR katek e secara tertulis, dan untuk masalah oknum yang bolos silahkan hubungi yang bersangkutan” jelasnya.

Setelah dicek dan dipantau memang kehadiran anggota DPR tersebut benar adanya sering bolos, entah apapun itu alasannya ,tidak dibenarkan bahwa wakil rakyat selalu membolos dalam tugasnya.Bila tidak mampu dalam mengemban tugas seharusnya jangan dipaksakan ,karena masih banyak yang benar benar ingin sungguh sungguh bekerja dan siap menjadi wakil rakyat. (Tim.MB)Eds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.