Mengenal Eksistensial Terapi

Mempelajari hypnosis berpotensi membuat seseorang mengenali dirinya, tema-tema seperti Gestalt atau Parts dan Ego State, bisa membuat kita paham bahwa setiap bagian dalam diri kita eksis dan punya tujuan positif.

Setiap bagian diri bisa mewakili harapan atau perlindungan agar kita punya makna dalam kehidupan, setiap bagian diri juga mencari celah untuk berekspresi berdasarkan tuntutan peradaban.

Tokoh-tokoh eksistensial seperti Rollo May, Victor Frankl, Nietzsche, Kierkegaard, Heidegger dan Satre hampir semua membahas tentang tema manusia yang memiliki cara berpikir dan filosofi hidupnya sendiri untuk menjalani kehidupan, setiap manusia memiliki kecerdasan untuk mengenali dirinya dan keterampilan untuk mendesain masa depannya, dan setiap manusia memiliki kebebasan untuk merespon dan membuat makna.

Tapi setiap manusia juga berpotensi untuk kalah dalam pertarungan kehidupan, lingkungan tempatnya tumbuh kembang bisa melemahkan harga dirinya, sehingga seseorang bisa jadi korban keadaan atau orang lain, sehingga merasa dirinya tidak bermakna.

Victor Frankl dalam bukunya Search For Meaning, membahas bahwa saat itu banyak orang yang mengalami sindorm ketidakbermaknaan. Secara khusus Frankl membahas tentang mereka yang berhasil hidup dan keluar dari kamp konsentrasi Nazi setelah Jerman kalah diperang dunia kedua, saat itu pasiennya yang datang karena merasa hidupnya tidak bermakna lagi.

Rupanya kondisi ketidakbermaknaan itu menurut praktisi Eksistensialisme bisa juga terjadi pada kondisi saat ini, ditengah arus modernisasi dan perkembangan digital, setiap informasi yang dicerna kedalam diri bisa jadi sangat personal, jika tidak diklarifikasi dari mana dan apa tujuan informasi tersebu lalu tenggelam tanpa kritis, berpotensi masuk kedalam sindrom ini.

Tapi nyatanya beberapa ahli menyatakan bahwa bukan karena modernisasi dan ledakan informasi saja seseorang bisa mengalami sindrom ketidakbermaknaan, tapi usia, waktu dan dengan siapa seseorang berinteraksi juga bisa jadi pemicu munculnya gejala ini.

Mark King dan Citrenbaum dalam bukunya Existenstial Hypnotherapy menyatakan bahwa hipnoterapi bisa menawarkan beberapa hal pada mereka yang mengalami krisis eksistensial, yaitu ;

  1. Klien bisa menyadari bahwa dirinya bisa survive dan memlih respon dari stimulus eksternal, mereka bisa membuat misi baru dalam hidup dan berkata pada diri bahwa mereka bukan korban keadaan, artinya sugesti terapi yang diberikan bisa jadi cara untuk move on.
  2. Klien bisa menerima keadaan dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi logis dari pilihan yang dibuatnya, sebab saat masuk kedalam kondisi trance, klien bisa berkomunikasi dengan dirinya atau melihat dirinya dari luar, sehingga ada kesadaran baru untuk bergerak secara bermakna.
  3. Klien juga bisa memiliki nilai dan keyakinan baru untuk produktif, sehingga siap menjalani hidup dengan cara pandang dan strategi perilaku baru.
  4. Klien dengan pemaknaan baru terhadap dirinya juga berpotensi merancang tujuan baru dalam hidup.

Disadari atau tidak, hipnoterapi bisa memberikan kontribusi untuk mereka yang mengalami krisis ketidakbermaknaan, yaitu dengan terapi sugesti dan eksplorasi sumber daya diri, sehingga keterampilan coping meningkat.

Efek dari hipnoterapi juga mempunyai keselarasan dengan pendekatan Logoterapi yang dibuat oleh Frankl untuk meredam sindorm ketidakbermaknaan, yaitu tentang kreatifitas berpikir, penghayatan terhadap diri dan peran, memilih sikap memberdayakan dan menciptakan harapan-harapan baru dalam hidup.

Jadi jika mau dihubungkan antara konsep hipnoterapi dalam logoterapi, seorang klien akan menyadari interaksi bagian dirinya (Parts), sehingga muncul pemikiran baru setiap bagian dirinya punya tujuan positif dengan cara apapun.

Banyak ilmu lain yang juga bisa digunakan untuk mengatasi sindorm ketidakbermaknaan, hanya jika kita mau menyepakati bahwa imajinasi aktif yang pandu secara terkontrol, akan memberikan dampak hadirnya kesadaran baru bahwa untuk eksis secara bermakna seseorang perlu merubah strategi hidupnya.

Menjalani terapi eksistensial memang tidak semudah dari apa yang dibaca, dipahami atau seperti apa yang dituliskan oleh penulis ditulisan ini, sebab secara pribadi juga masih bergerak untuk memaknai diri menjadi manusia bermakna, dan hipnoterapi adalah salah satu cara yang membantu penulis untuk tetap eksis. 🙂

Jadi, siapapun Anda, dimanapun Anda dan dengan siapapun Anda saat ini, bergeraklah secara bermakna dengan memberdayakan diri untuk menjadi lebih baik lagi.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Salam Hipnosis dan Salam Pembelajar

Yusdi Lastutiyanto., Cht (IACT-USA)., CI
Pembelajar Hypnosis

Tinggalkan Balasan