Kebebasan Warga Negara Asing Di Kabupaten Musi Rawas baca selengkapnya..

Musi Rawas,silampari.com – keberadaan 2 Warga Negara Asing di kabupaten Musi Rawas diduga Tidak terpantau oleh pihak pemerintah Setempat dan menjadi kebebasan bagi mereka untuk bertempat tinggal.19/07/22

Dari hasil pantauan awak media terdapat dua warga negara asing ( WNA ) yang menetap di kabupaten Musi Rawas, ialah Teerayut Deeboa Negara asal Thailand Nomor Pasport AB 5070756 dan Niyomdecha Negara asal Thailand

Kedua WNA tersebut sudah berjalan lima tahun membuka usaha pembelian getah karet yang beralamat di dusun VII desa Suro kecamatan muara Beliti kabupaten Musi Rawas ,sementara gudang tempat pembelian karet tersebut berdiri dari tahun 2017 hingga kini tahun 2022 akan tetapi tidak terjamah oleh pemerintah kabupaten Musi rawas.

Setela awak media mengkonfirmasikan hal ini kepada kantor cabang imigrasi yang beralamat di jl agropolitan center muara Beliti kabupaten Musi provinsi sumatera selatan Rawas,Prihantono menurutnya bahwa Izin Pisa tinggal nya 1 bertempat Jambi dan 1 nya di Palembang dikarnakan Pisa tinggal bisa di perpanjang sebanyak 5 kali dalam setiap tahunya.

Teerayut Deeboa izin tinggalnya 2021 kota Jambi sementara NyiomDecha izin Pisa tinggalnya 2022. Kota Palembang Prihantono mengatakan yang berhak untuk memantau keberadaan nya adala imigrasi dimana yang mengeluarkan izin Pisa tinggalnya dan untuk di Musi Rawas tidak berhak untuk memantau atau memanggil mereka.apalagi untuk mengeluarkan dokumentasi nya dikarnakan kami hanya bersifat Non struktural.

Ironisnya lagi aparat kepolisian sektor muara Beliti sudah melaporkan hal ini kepada pihak imigrasi cabang muara Enim yang beralamat di agropolitan muara Beliti akan tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari imigrasi cabang muara Enim yang ada di kabupaten Musi Rawas.

Menurut sancik selaku Aktivis muda dari kota Lubuklinggau bahwa kebebasan WNA untuk berkeliaran di kabupaten Musi Rawas ini tanpa ada hambatan untuk hilir mudik dikarnakan lalai dalam pengawasan pemerintah setempat untuk pendataan baik dari pemerintah desa maupun dari pemerintah daerah itu terlalu lamban dan lalai untuk melakukan pemantauan terhadap warga negara asing yang bertempat di kabupaten Musi Rawas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.