Gedung SMAN 7 lubuklinggau menjadi hutan belantara

Lubuk Linggau,Silampari.com | Sekolah Menengah Atas,(SMA) Negeri 07 Kota Lubuklinggau yang beralamat di jalan Poros Lingkar Utara kecamatan Utara II Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan,sekolah ini dulu nya pernah menjadi sekolah paporit dengan jumlah siswa yang cukup banyak,dan sebelumnya sekolah ini perna menjadi sekolah prestasi.

“Pada kepemimpinan sebelum Kepala sekolah Agustunizar MPd sekolah ini memiliki jumlah murid, memenuhi harapan, tapi sungguh sangat ironis keadaannya sekarang berbalik jumlah siswa,di angka 172 orang”

Sempat di wawancarai mantan Kepala sekolah Sma Negri 6,yang sekarang menjabat kepala Sma Negri 7 menjelaskan
“Dengan kondisi sekolah saat sekarang ini saya sangat terpukul karena di anggap sekolah ini rawan dari kejahatan, Serta belum adanya aturan dari Pihak pendidikan provinsi, untuk membuat aturan sekolah besar yang memiliki jumlah penerima siswa baru, melebihi kapasitas dengan maksud tolong di batasi Kouta penerimaan” katanya Agus.

Menurutnya “Untuk kondisi saat ini, jujur saya tidak mampu lagi untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai kepala sekolah,di Sma Negri 7, dimana anggaran dana bos terbatas, serta sudah berapa kali saya usulkan untuk mengajukan pembatasan Kouta kepada pihak pendidikan provinsi sampai saat sekarang ini belum terealisasi, sedangkan saya ketua Musyawarah kerja kepala sekolah (mkks) Kota Lubuklinggau” ujarnya

Lanjutnya “Untuk guru honorer SMAN.7 pini tidak ada jam mengajar di sebabkan kurangnya jam mengajar bagi guru tetap,bukan di berhentikan atau di nonaktifkan karena kita tujuh lokal keseluruhan,serta guru honorer tersebut sudah masuk Depodik, kemudian untuk dana bos baik dari pusat dan provinsi sudah cair dan itu di kelola oleh bendahara, untuk jumlah kepastian saya tidak mengetahui” ungkap kepala sekolah Agus.

Lembaga swadaya masyarakat Abdi lestari kota Lubuklinggau yang di ketuai oleh Rudi Hartono yang melakukan investigasi langsung ke SMA Negri 7 melihat keadaan sekolah yang katagori dugaan kurang terawat kami sangat menyayangkan yang saat seperti sarang hantu.

“Dari sisi depan pagar terlihat rumput yang tinggi dan cat tembok sudah Sangat kotor, kemudian masuk ke halaman bagian depan ruang kelas, cet sudah mengelupas, yang lebih memprihatinkan lagi ada gedung yang tidak terpakai di duga tidak di rawat dari keterangan kepala sekolah yang saya dapatkan” kata bung Rudi

Lanjutnya “Di harapkan Kepada pihak terkait terkhusus pihak provinsi untuk segera melakukan Croscek, di duga anggaran dana bos tidak mencukupi untuk rehab ringan, ini ada apa dengan Sma Negri 7 , dengan keluhan Kepala sekolah Agustunizar MPd” menurut Agustunizar bahwa beliau tidak sanggup untuk menjadi kepala sekolah manapun beliau ingin menjadi guru biasa.pungkasnya Rudi.(Edisom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.