Bupati Musi Rawas Dinilai Bobrok Dalam Urusan Pemerintahan

Musi Rawas, Silampari.com – kabupaten Musi Rawas Pecah Rekor dalam Sejarah selama Kabupaten Musi Rawas berdiri dalam kepemimpinan Hj.Ratna Machmud selaku Bupati Musi Rawas dan Hj.Suwarti selaku Wakil Bupati Musi Rawas.10/11/2022

“Banyak tragedi yang terjadi dalam kepemimpinan Hj.Ratna Machmud selaku Bupati Musi Rawas”

Aktivis Hukum Tata Negara Kota Lubuklinggau Efendi yang dapat di wawancarai awak media 10/11/2022

Efendi mengatakan Seperti terbilang banyak pejabat yang mengundurkan diri dari jabatannya seperti yang pertama kalinya Sekretaris Daerah dalam sejarah mengundurkan diri, kemudian Kepala DMPD secara paksa mengundurkan diri kemudian Kepala DISBUDPAR, menyusul Kepala Dinas PPKB, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Dari imbas nya sehingga pejabat Musi Rawas banyak rangkap jabatan di Kabupaten Musi Rawas yang di beberapa dinas dan bagian sekretariat pemerintahan daerah adalah rekor terburuk bupati dalam perspektif Hukum Tata Negara.

Dari sudut pandang kami bahwa tidak akan tercapai secara optimal jika dua dinas atau instansi yang di double job atau di rangkap oleh pejabat lain dalam bahasa umumnya rangkap jabatan,

Kami menduga bahwasanya berlarut larut nya atas kekosongan beberapa kepala dinas dan badan serta beberapa bagian bukan dikarenakan keterbatasan anggaran perlu diketahui bahwasannya biaya untuk lelang jabatan tidak akan menghabiskan anggaran bermilyar milyar, justru kami menduga lamanya mengisi kekosongan beberapa kepala dinas merupakan bentuk unsur di duga disengaja oleh Bupati Musi Rawas untuk dapat mengelola kekuasaan yang absolute

Di tambahkan karena sama sama kita ketahui bahwa di Kabupaten Musi Rawas tidak kekurangan sumber daya manusia yang dalam urusan pemerintahan dan birokrasi,” tutup Efendi (Edison)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *