Berikut Klarfikasi PT BNS Terhadap Berita Miring yang Beredar

LUBUKLINGGAU – Seiring berkembang berita-berita miring terkait Perumahan PT Buraq Nur Syariah (BNS) beberapa hari terakhir, Chief Excecutive Officer (CEO) PT BNS, Prita Wulan Kencana, angkat bicara, Jum’at (8/1/2021).

“Sebetulnya sudah capek juga melakukan klarifikasi. Sedikit-sedikit klarifikasi, bantahan dan sebagainya. Cuma sedikitnya, saya rasa perlu untuk disampaikan,” tulis Prita Wulan Kencana melalui pesan WhatsAppnya.

Dikatakan Prita, klarifikasi yang disampaikannya ini tanpa mengurangi rasa hormatnya terhadap Walikota Lubuklinggau, Wakil Walikota Lubuklinggau, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Kepala Dinas DPMPTSP, Ketua BPSK, Ketua MUI, serta semua Konsumen PT BNS.

“Sebelumnya saya menyampaikan permintaan maaf dengan berkembangnya issue yang beredar dari sejak awal perumahan ini dibuat. Sebetulnya kami tidak mengharapkan ini semua terjadi,” ujar wanita yang akrab disapa Tata ini.

Dikatakan Tata, point Pertama ia sampaikan adalah terkait Perumahan Linggau Valley yang berada di area depan Perumahan Buraq. Status kepemilikan tanahnya sampai saat Ini masih atas kepemilikan Bapak Rama Hidayat dimana masih merupakan agunan di Bank BTN Palembang, yang saat ini akan diberlakukan ‘Kerjasama Bagi Hasil’ dengan PT Buraq Nur Syariah dan diberlakukan sistem KPR via Bank BTN.

“Sehingga konsumen yang membeli rumah terkhusus di Linggau Valley akan Kami teruskan dengan sistem tersebut,” jelasnya.

Point yang kedua, menurut wanita bercadar ini, khusus untuk klarifikasi berita ‘dua identitas’ adalah murni kesalahan teknis internal PT BNS pada saat ‘Pengurusan Izin Prinsip’ dan merupakan keteledoran dirinya secara pribadi dan secara administrasi.

“Mengingat situasi perusahaan pada saat pengurusan izin tersebut dalam banyak sekali tekanan dari berbagai pihak, sehingga pada akhirnya menjadi celah kembali dikemudian hari untuk di blow up lagi ke media,” imbuhnya.

Tata juga berharap kepada semua konsumen PT BNS, dengan adanya pemberitaan ini, diharapkan semua konsumen jauh lebih pintar dalam menanggapi dan menyaring semua berita yang beredar. “Semua konsumen yang melakukan pembatalan tidak perlu khawatir terkait pengembalian dana DP/uang muka mereka. Karena pasti akan kami selesaikan dengan maksimal,” tegas Tata meyakinkan.

Pada kesempatan ini juga, Tata menjawab bagi konsumen yang mempertanyakan kenapa rumah mereka lambat dibangun. “Kami adalah Pengembang tanpa menggunakan dana dari bank, sehingga modal kami juga terbatas. Kami juga menunggu proses angsuran dari rumah-rumah yang sudah jadi dan dihuni. Di sisi lain adanya berita dan issue miring yang bergulir dari beberapa pihak tertentu setiap bulannya, ini juga mempengaruhi proses pembangunan kami. Karena lambat laun ini menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap kami,” papar Tata secara blak-blakan.

Terhadap kondisi yang sedang menerpa perusahaannya Tata mengaku tetap tegar bahwa badai pasti berlalu dan tetap optimis akan indah pada waktunya. “Kami tetap berfikir positif bahwa ini adalah cara Allah SWT menyaring konsumen kami, Allah SWT hanya mau konsumen kami adalah konsumen yang mempunyai satu visi dan misi dengan kami,” tulis Tata dalam pesan WhatsAppnya melengkapi klarifikasi di media.

Menutup sesi wawancara wanita bercadar ini juga meluapkan isi hatinya. Untuk semua orang yang pada akhirnya membaca berita ini, dirinya hanya ingin menyampaikan bahwa tidak gampang menegakkan visi dan misi dakwah dalam Agama Allah.

“Saya hanya berdoa semoga semua yang menghujat dan membully, secara sengaja memfitnah, menekan dan beropini tidak baik terhadap PT BNS ataupun saya pribadi. Semoga Suatu hari nanti Allah SWT akan lembutkan hatinya untuk mendukung Syiar ini,” harapnya. | Media Bersama.

Tinggalkan Balasan