Banyak Kasus Mangkrak, TRI SULA Demo Kejari, Termasuk Dugaan Pungli SMAN 4 Lubuklinggau

lubuklinggau | Trisula tiga lembaga suawadaya,masyaraka,gabungan,Penggiat korupsi ,LPPAN,DAN YAYASAN PUCUK.menggelar aksi demo hari ini.16.09.2021 di halaman kejakssan negeri lubuklinggau.

Hamdan.ksp.di menyampaikan,kepada kejaksaan negeri lubuklinggau agar memeriksa.atas pungli pungli yang di lakukan kan oleh setiap sekolah – sekolah sekota libuklinggau tanpa terkecuali.terutama agar pemerosesan paling awal kepala SMAN 4 kota lubuklinggau,guna untuk,mengurangi angka dugaan korupsi berjenjang pada sekolah menenga dan kejuruan di kota lubuklinggau ini.

selain itu hamdan mengharapkan kepada kejaksaan negeri lubuklinggau atas dasar laporan Lsm yang sudah masuk di kejaksaan negeri lubuk linggau agar segera di proses lebih lanjut agar tidak ada kasus kasus mangkrak di kejjaksaan lubuklinggau . demi mengurangi beban biaya kepada wali murid yang tidak mampu.

Efran selaku aktivis mengatakan, lamban nya pihak kejaksaan negeri Lubuklinggau menangani berbagai kasus yang sudah dilaporkan menjadikan sebuah preseden yang buruk terhadap penegakan hukum bagi kejaksaan itu sendiri.

” Jalan ditempat, pantas disematkan kepada kejaksaan negeri Lubuklinggau atas tidak ditanggapi nya berbagai kasus korupsi yang dilaporkan ke kejaksaan kota Lubuklinggau, padahal masyarakat menunggu atas pelaporan tersebut terlebih kasus tindak pidana korupsi merupakan salah satu kasus extraordnary,” tandasnya.

Sancik juga menyebutkan, salah satunya kasus yang mangkrak adalah kasus replanting, yang mana sudah sangat nyata adanya dugaan potensi kerugian negara yang di akibatkan oleh oknum-oknum yang bermain didalam lingkungan setan tersebut.

” Kasus replanting merupakan salah satu indikator dari sebagian rentetan kasus yang mangkrak di kejaksaan, seperti Inclinator yang menembus anggaran 15 Milyar, hingga sekarang tidak ada azaz manfaat bagi lingkungan sekitar dan kota Lubuklinggau,” tegas sancik.

Efendi Pucuk, mendesak Kepala kejaksaan negeri Lubuklinggau untuk mencopot kepala kasi Pidsus dan Kasi Intel yang sekarang karena di nilai gagal total.

” Lemah dalam pengawasan penyelidikan dan penyidikan dan tidak responsif terhadap kasus yang viral hingga kami pengiat Anti Korupsi tiga wilayah menyatakan oknum tersebut pantas dicopot dari jabatannya,” sebut Fendi.

Sedangkan Aktivis lainnya
Lain lagi apa yang disampaikan oleh aktivis yang berasal dari desa Sembatu Jaya, kecamatan Muara Kelingi, dirinya sangat heran atas pelaporan yang dirinya lakukan pada tahun 2019, di situ disebutkan adanya dugaan kongkalikong antara penyidik kejaksaan dengan terlapor.

Hal ini dibuktikan dengan bocornya 22 indentitas pelapor warga desa Sembatu Jaya kepada oknum terlapor, dan herannya terlapor mengatakan sudah diselesaikan ditingkat kejaksaan.

” Kejadian seperti ini bisa menyebabkan pembunuhan karakter dan bisa menjadikan suasana di desa panas dan berpotensi terjadi tindak kriminalisasi terhadap kami,” pungkas Reliadi.

Disisi lain, aksi yang memakan waktu hampir satu jam tersebut tidak tidak ada tanggapan apa pun dan aksi bubar dengan sendirinya. (Edison)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.