Ahlul Fajri : Sebaiknya Ormas dan Pemerintah Bersinergi Dalam Membangun Daerah

RASA Nasionalisme di kehidupan bermasyarakat kini semakin memudar. Lunturnya Nasionalisme ini tentunya didasari oleh beberapa faktor, yaitu faktor luar dan faktor dalam.

Faktor yang berasal dari luar adalah sesuatu yang dapat berupa apa saja yang disengaja maupun tidak disengaja masuk ditengah masyarakat yang dapat menyebabkan lunturnya Nasionalisme.

Sementara faktor dari dalam adalah sesuatu yang muncul dari diri masyarakat itu sendiri dan
berpengaruh terhadap lunturnya rasa Nasionalisme. Menyikapi persoalan tersebut harapan saya seluruh ormas-ormas yang ada di Kota Lubuklinggau khususnya kepengurusan didalam Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila kami berupaya memberikan dan menjadi contoh di masyarakat terhadap nilai-nilai Nasionalisme.

Hal ini tentu untuk melihat bagaimana sikap Nasionalisme setiap anggota organisasi kemasyarakatan terhadap sikap nasionalime kami Ormas Pemuda Pancasila mengajak semua OKP turut berperan dalam menanamkan sikap
Nasionalisme terhadap masyarakat Kota Lubuklinggau khususnya dengan rumusan masalah konsep Nasionalisme yang ditanamkan oleh Pemuda Pancasila terhadap masyarakat Kota kota Lubuklinggau dan bagaimana peran Pemuda Pancasila dalam menanamkan sikap Nasionalisme terhadap masyarakat Kota Lubuklinggau.

Namun dalam hal ini kami berharap mendapat dukungan serta binaan dari pihak terkait dalam wilayah Pemerintahan Kota Lubuklinggau karena kami sebagai ORMAS yang tidak memiliki Orang tua tentu harapan kami terutama dari Badan KESBANGPOL kami berharap pihak pemerintah memperhatikan dan mensupport melalui Dinas atau instansi yaitu yang telah diberikan wewenang oleh Pemerintah untuk pembinaan Ormas dalam kota Lubuklinggau baik Dinas Pariwisata dan Olahraga maupun KESBANGPOL.

Bagi kami Ormas Pemuda Pancasila sebagai Pengamal dan Pengaman Pancasila sudah menjadi kewajiban kami untuk mengikuti atau bahkan mngadakan Upacara sendiri sebagai bentuk cinta kepada tanah air dan menghargai nilai nilai perjuangan para pahlawan yang telah relah mengorbankan jiwa dan raga serta nyawanya demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari jajahan Negara Luar.

Kami Pemuda Pancasila merupakan salah satu
organisasi kemasyarakatan yang mana siap menyerap aspirasi pemuda untuk memperjuangkan serta melakukan kegiatan-kegiatan berdasrkan program nyata, sesuai dengan keahlian ataupun keterampilan, dan fungsinya di masyarakat kami selalu berbenah dan merubah image pandangan masyarakat yang menilai bahwa Ormas Pemuda Pancasila adalah Ormas yang yang arogan dan identik Ormas preman dan kami bukanlah kelompok orang orang jahat seperti pandangan yang salah namun kami menampung semua kalangan masyarakat dengan tidak memandang suku, agama dan RAS.

ORMAS dan LSM Seharusnya menjadi Mitra Pemerintah dalam melakukan kontrol kebijakan dan Pembangunan di kota Lubuklinggau

Menurut Ahlul Fajri selaku KABID Idiologi, Politik dan Hubungan Pemerintah di MPC Pemuda Pancasila kota Lubuklinggau Pembangunan yang berkelanjutan tidak cukup hanya menjadi peran pemerintah saja, namun keterlibatan langsung masyarakat dalam sejumlah aksi juga menjadi harapan terwujudnya pembangunan.

Hal itu disampaikan Ahlul Fajri Saat di wawancarai (16-8-2022) bertepatan menyambut moment peringatan ke 77 kemerdekaan Republik Indonesia Ahlul Fajri meminta agar Pemerintah melalui KESBANGPOL mengajak dan membina ORMAS dan LSM untuk melakukan kegiatan Penguatan Mutu Ormas, Organisasi Profesi, dan LSM program ini merupakan wewenang yang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terutama kota Lubuklinggau.

Dikatakan Ahlul Fajri, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), merupakan wadah partisipasi masyarakat yang didirikan secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, maupun tujuan. Oleh karena itu menurutnya, kalau di bina dan berdayakanLSM dan Ormas memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Masih dikatakan Ahlul, sebagai organisasi maupun lembaga yang hidup dan berkembang di Indonesia, dalam setiap gerak dan aktivitasnya, LSM dan Ormas harus menjunjung tinggi Pancasila serta azas yang berlaku di masyarakat berupa budaya, adat, dan etika.

Hal ini berlaku pula dalam setiap menyampaikan pendapat, masukan, maupun kritikan terhadap suatu permasalahan semua proses tersebut membutuhkan penyampaian yang baik dan sesuai dengan ketentuan hukum serta nilai yang berlaku dalam masyarakat “ucapnya”

Menurut Ahlul, kunci kesuksesan pembangunan bukan hanya kontrol DPR saja namun Ormas/LSM juga sebagai wadah aspirasi masyarakat yang santun dan beretika adalah dengan cara menjalin komunikasi baik.

Ahlul Fajri mengatakan mari kita jalin komunikasi dengan baik sebaik mungkin Pemerintah tidak boleh arogan dengan kebijakannya dan kita LSM juga ORMAS juga harus menyadari bahwa pentingnya etika agar kritik maupun masukan dapat tersampaikan dengan tetap menjaga kondusifitas, karena sangat dibutuhkan dalam proses berlangsungnya suatu pembangunan,” tuturnya.

Selanjutnya Ahlul Fajri berharap, dengan hadirnya LSM dan Ormas, dapat menjadi mitra strategi pemerintah daerah dalam pembangunan, dan menjadi motor penggerak bagi terlaksananya suasana kondusif dalam pembangunan daerah.

Saya mengajak seluruh LSM dan Ormas yang ada di Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara Khususnya untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, serta selalu menjaga keamanan, ketentraman, dan kedamaian demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera selaras dengan visi misi masing masing daerah Lubuklinggau Metropolis Madani, Muratara Berhidayah dan Musi Rawas Maju, Mandiri, dan Bermartabat (MANTAB). | opini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.