Wako Ajak Manfaatkan Momentum Iduladha untuk Perbaiki Diri

LUBUKLINGGAU

Masjid Agung As-Salam berjalan berjalan hikmat dan tetap sesuai dengan prosedur protokol kesehatan. Salat Ied dihadiri langsung Wali Kota, H SN Prana Putra Sohe, Wakil Wali Kota H Sulaiman Kohar, Sekda H A Rahman Sani, Ketua DPRD H Rodi Wijaya, Dandim 0406 Letkol Inf Aan Setiawan, Ketua TP PKK, Hj Yetti Oktarina Prana, serta Ketua GOW Hj Sri Haryati Sulaiman.

Dalam sambutannya, H SN Prana Putra Sohe menyampaikan, momentum hari raya Iduladha haruslah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri, saling memaafkan, dan memohon ampunan Allah atas segala kekhilafan.

Ia juga mengingatkan, selama masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat tetap harus mematuhi aturan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Mengenai kasus Covid-19 Wako menyampaikan sebanyak 112 kasus terkonfirmasi dan telah sembuh sebanyak 101 orang.

Pemerintah juga diakuinya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani kasus Covid-19 ini dengan berbagai cara, antara lain satunya menyiapkan tenaga medis, sarana isolasi, dan pencegahan dini penyebaran kasus Covid-19.

Maka dari itu, ia meminta masyarakat harus tetap disiplin dan patuh terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, seperti pelaksanaan hajatan dengan tetap patuhi protokol kesehatan. Pemerintah juga telah melaksanakan swab massal untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kasus Covid-19 di Lubuklinggau.

Sementara itu, Kakan Kemenag Kota Lubuklinggau, H Azhari Rahardi menyampaikan, hari raya Iduladha ini menjadi wahana memperkokoh rasa persaudaraan sesama. Corona juga menjadikan masyarakat sadar bahwa manusia tidak berdaya tanpa pertolongan Allah. Selain itu, banyak sekali hikmah yang bisa diambil pada masa pandemi dan sesuai dengan imbauan pemerintah, tetap harus diikuti sebagai pemutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kegiatan salat Iduladha digelar dengan panitia pelaksana tugas Bilal Syahrul Thabrani, Imam Ustadz Nasichuddin serta Khatib Dr KH Syaiful Hadi Ma’afi BA. Selanjutnya dilaksanakan pemotongan hewan kurban dengan jumlah sembilan ekor sapi dan empat ekor kambing. ***Inf/Mz

Tinggalkan Balasan