Dinas LH Kabupaten Musi Rawas hadiri kegiatan Simulasi Penangulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di PT. Musi Hutan Persada

Musirawas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai ancaman karhutla akan berdampak sangat serius apabila tidak diantisipasi secara intensif.19/06/2020

Pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, disebabkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab (faktor manusia) yang dalam hal ini, pengolahan lahan perkebunan masih dengan cara dibakar serta kondisi iklim dan lingkungan sebagai faktor pendukung terjadinya kebakaran.

Sulitnya kondisi masyarakat saat ini akibat Pandemi Covid19 dimungkinkan akan bertambah lagi dengan adanya Potensi kebakaran Hutan dan Lahan, karena itu kerjasama dan sinergitas antar instansi sangat dibutuhkan guna menanggulangi kemungkinan terjadinya Bencana kebakaran dan dampak negatif yang ditimbulkan.

Pada kegiatan simulasi yang dilaksanakan di Lokasi PT. Musi Hutan Persada di Hadiri Oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Kodim 0406 MLM, Polres Musi Rawas dan OPD terkait lainnya dan tak ketinggalan Dinas Lingkungan Hidup juga turut berpartisipasi pada kegiatan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas diwakili oleh Kabid PPKLH Drs. Yanuar Saleh, M.Si menjelaskan betapa pentingnya Pelaksanaan Simulasi Penangulangan Kebakaran Hutan dan Lahan agar kita dapat mengevaluasi seberapa Siap Pemerintah (Pemda, TNI dan Polri) serta stackholder lainnya untuk berjibaku menjalankan tanggungjawab bersama mensosialisasikan, menanggulangi dan mengatasi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan.

Penegasan bagi setiap pelaku pelanggaran harus ditingkatkan disamping itu, peran masyarakat untuk memiliki kesadaran juga harus di sosialisasikan. Kedepan nya pemerintah harus mampu mengambil keputusan yang bijaksana dengan memperhatikan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat sehingga hasil keputusan tersebut tidak menimbulkan efek yang berbahaya dan merugikan masyarakat banyak dikemudian hari,sehingga tidak terulang lagi kasus seperti sekarang ini.*

Tinggalkan Balasan